" GIB harus menjadi yang terbaik dalam memantau kinerja dan menjadi mitra Pemerintah"

Terbaru

*

PANCASILA

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

4 Pilar Bangsa Indonesia

  • Pancasila
  • UUD 1945
  • NKRI
  • Bhinneka Tunggal Ika

  • Indonesia adalah negara yang berbentuk Republik.
  • Demokrasi ada ditangan Rakyat Indonesia.
  • Saran dan kritik jangan dijadikan penghalang, tetapi jadikan cambuk untuk memperbaiki kinerja.
  • Satu untuk NKRI.

Bapak Suko Sudarso

Suko_Sudarso

Suko Sudarso adalah seorang tokoh politik dan pengusaha Indonesia yang lebih dulu dikenal sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Institut Teknologi Bandung (ITB) era 1960-an.

Ia lahir di Semarang dan merupakan anak kedua dari pasangan Raden Sudarso Suryomijoyo (mantan Bupati Purwokerto dan Wedana Semarang hingga akhirnya diangkat menjadi Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah) dan Raden Ayu Tuti Amini. Dari kedua orangtuanya ini Suko mendapat darah kebangsawanan Surakarta. Ayahnya adalah keturunan langsung Surahadimenggala I (Bupati ke-10 Semarang sekaligus menantu dari Sri Paduka Mangkunagara I). Nama keluarga Surahadimenggalan yang merupakan keturunan langsung Ki Ageng Pandan Arang I (Bupati pertama Semarang, putra Sultan Demak Adipati Unus) dikenal harum di Semarang sebagai simbol perlawanan pada penjajah saat Perang Jawa. Sedangkan ibunda Suko adalah keturunan langsung dari Surowignyo, salah satu panglima perang Pangeran Diponegoro yang kemudian menjadi bupati pertama Blitar.

Kakak kandung Suko satu-satunya, Raden rara Sri Kusmaning Purwati, menikah dengan Letda.TNI.drg.Raden Djoko Soedibyo Sajjid (mantan Kepala Direktorat Gigi Kementerian Kesehatan Indonesia yang juga salah satu pejuang sentral pertempuran 10 November dan adik dari Guru Besar Kedokteran gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Prof.drg.Moerniati Sajjid) yang merupakan putra dari seorang saudagar kaya Surabaya dan pendiri Yayasan Pendidikan Mardi Putera, Raden Mohammad Sajjid.

Barisan Soekarno

Suko yang merupakan alumni Teknik fisika ITB ini adalah salah satu tokoh sentral mahasiswa Indonesia pada masa transisi orde lama ke orde baru. Ketika terjadi pergolakan massa mahasiswa secara besar-besaran untuk menumbangkan pemerintahan Presiden Soekarno, ia konsisten untuk berdiri di samping Soekarno hingga akhir kekuasaannya.

Manuver politiknya yang sangat berani pada masa gonjang-ganjing 1966/1967 itu antara lain ialah tampil kedepan sebagai Komandan Barisan Soekarno (duduk sebagai Wakil Komandan adalah Siswono Yudo Husodo), sebuah kekuatan tandingan yang terdiri dari Partai Nasional Indonesia (PNI), GMNI dan berbagai elemen nasionalis lain untuk menanggapi gerakan anti Soekarno yang merajalela saat itu. Karena perilaku politiknya yang progressive revolusioner itulah ia sempat merasakan dinginnya penjara Polisi Militer dan mendapat hukuman drop-out (DO) sementara dari bangku kuliah bersama 9 sahabatnya.

Bisnis

Setelah pemerintahan orde baru berhasil mengendalikan situasi nasional, berangsur orang-orang seperti Suko kembali dilirik dan berusaha dirangkul oleh pemerintah. Tercatat dalam sejarah, para sahabat Suko (termasuk Siswono) akhirnya mengisi daftar nama menteri kabinet pemerintahan orde baru. Presiden Soeharto pun berulang kali menawari Suko posisi di kabinetnya, namun Suko tak bergeming dan memilih untuk tetap ‘bersuara dari luar’.

Di pertengahan masa orde baru akhirnya tercipta kedekatan antara Suko dan Soeharto, namun bukan dalam hal politik melainkan dalam bidang bisnis. Perusahaan konstruksi Suko sukses mendapatkan berbagai tender strategis dalam pembangunan ibukota Jakarta. Hal ini membuatnya sempat tercatat sebagai salah satu orang dekat keluarga Cendana dan masuk jajaran 10 orang terkaya Indonesia. Salah satu tender yang diberikan Soeharto pada Suko adalah proyek pembangunan jalan tol pertama Indonesia, Jalan Tol Jagorawi.

Sejak akhir 1980-an masyarakat mengenal Suko sebagai pemilik berbagai pusat perbelanjaan modern, Pulau Bidadari (Kepulauan Seribu), Putri Duyung Cottage Ancol, Hotel Pantai Matahari Anyer dan berbagai landmark Indonesia lainnya. Dikisahkan ketika itu keluarga Suko telah memiliki kapal pesiar dan pesawat pribadi sebagai simbol kesuksesan ekonomi mereka.

PDI-Perjuangan

Ketika arus reformasi bergulir, Suko memutuskan untuk kembali mengenakan ‘jaket politik’nya. Kiprahnya sebagai Wakil Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) PDI-Perjuangan (duduk sebagai Ketua Balitbang adalah Kwik Kian Gie) sangat berperan dalam usaha memenangkan partai banteng moncong putih itu pada Pemilu 1999.

Dalam suasana politik yang gonjang-ganjing di tahun 1998, ia mengatur pertemuan Megawati Sukarnoputri dengan Kepala Staf Sosial-Politik TNI, Letjend Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan berlangsung dalam suasana yang menegangkan di Salemba, kantor sosial-politik ABRI. “Waktu itu pertemuan berlangsung di ruang gelap, semua lampu dimatikan agar tak ada staf yang tahu,” ujar Suko mengenang masa sulit itu.

Pada Sidang Umum MPR 1999 Suko ikut merancang “kelompok pelangi” untuk mendukung Megawati duduk sebagai RI-1. Suko yakin benar bahwa Fraksi TNI yang dipimpin SBY, lebih mendukung Megawati ketimbang Abdurrahman Wahid. Ia sudah mengatur agar Megawati bisa bertemu Akbar Tandjung (Partai Golongan Karya) dan Matori Abdul Djalil (Partai Kebangkitan Bangsa). “Kalau pertemuan ini mulus, maka bergabunglah tiga pilar: TNI, Golkar, dan PKB,” kata Suko. Tapi Mega menolak apabila ada syarat yang diajukan kepadanya. “Wah, hilang muka saya di depan teman-teman,” jelas Suko. Seperti dicatat sejarah, akhirnya Megawati kalah dalam pemungutan suara dari Abdurrahman Wahid.

Suko sempat ditawari Megawati untuk duduk sebagai Menteri Koordinator Perekonomian RI di kabinet Presiden Abdurrahman Wahid, namun ia justru menolak dan mengajukan nama Kwik Kian Gie untuk menduduki jabatan tersebut. Ketika banyak orang berkomentar sinis bahwa sahabatnya itu adalah keturunan Tionghoa, Suko menanggapi singkat, “Saya kenal dia sejak masa sekolah di Semarang. Dia ‘Cina’, tapi nasionalis Indonesia,”. Selain itu Suko juga berperan dalam penunjukan sahabatnya yang lain, Bondan Gunawan sebagai Menteri Sekretaris Negara RI.

Hubungan Suko dengan Megawati retak setelah Suko merasa tidak dibela oleh PDI-Perjuangan dalam kasus dana Bulog yang melibatkan Suwondo dan lainnya di zaman Presiden Abdurrahman Wahid itu. Ia dituding ikut mendapat kucuran dana Bulog yang akhirnya tak terbukti di persidangan dan Suko dinyatakan tidak bersalah sama sekali pada kasus tersebut. Dan kerenggangan hubungan keduanya (Suko dan Megawati) mencapai puncak ketika ia mengajukan konsep pemisahan kepala pemerintahan dan kepala negara saat Megawati menjadi Presiden RI. Ia sarankan Megawati hanya menjadi kepala negara karena tak memiliki pengalaman di birokrasi. “Ini prinsip politik saya. Mega tak tahu pekerjaan seorang dirjen,” kata Suko.

Partai Demokrat

Setelah tempat di belakang layar Megawati bukan lagi miliknya, Suko akhirnya merapat ke SBY. Sejak itu ia masuk dalam jajaran nama-nama ‘barisan sakit hati’ PDI-Perjuangan bersama Arifin Panigoro, Roy B.B. Janis, Laksamana Sukardi dan beberapa tokoh lainnya. Suko kemudian ikut berperan dalam pendirian Partai Demokrat, ia adalah tuan rumah dari pertemuan awal para tokoh politik dalam pembahasan perlu tidaknya pendirian partai politik baru bagi SBY untuk maju dalam bursa calon presiden. Mereka yang hadir dalam pertemuan itu kemudian tercatat sebagai pendiri Partai Demokrat yang sukses mengantar SBY mengalahkan Megawati dan PDI-Perjuangan pada Pemilu 2004. Ia menuturkan, “Sampai detik terakhir, sebelum Mega memutuskan menggandeng Hasyim Muzadi, SBY masih berharap menjadi wakil presidennya Mega,”. Kiprahnya selama menjadi tim khusus calon presiden SBY ini membuatnya kembali sering terlihat di publik dengan image baru sebagai ‘orang Cikeas’ yang sangat dekat dengan figur seorang SBY.

Setelah Presiden SBY dilantik, Suko diberi tanggungjawab untuk memimpin Gerakan Indonesia Bersatu (GIB). GIB adalah sebuah organisasi massa yang mendukung jalannya roda pemerintahan yang bersih dan menjaga 4 pilar kebangsaan (Pancasia, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) Nama yang ikut aktif disana adalah Heru Lelono.

Suko juga berperan dalam penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu. Ia turut menyumbang beberapa nama untuk menduduki jabatan menteri.

Kehidupan Saat Ini

Kini Suko mengaku lebih senang menjadi ‘teman seorang presiden’. Disamping kesibukannya sebagai pengusaha yang memiliki banyak perusahaan (termasuk perusahaan di bidang energi), ia kini aktif memimpin Komunitas Nasionalis Religius Indonesia (KNRI). Selain itu Suko bersama Taufiq Kiemas, Siswono dan beberapa sesepuh kaum nasionalis Indonesia lainnya juga masih aktif duduk sebagai anggota Dewan Kehormatan Presidium Alumni (PA) GMNI. Pengagum fanatik Bung Karno ini berpesan agar pemimpin Indonesia berikutnya sebelum mencalonkan diri lebih transparan dan membuat sketsa siapa saja yang akan menjadi pembantu-pembantunya. Ia merasa telah dua kali ikut ‘menjadikan’ Presiden, namun belum memenuhi harapannya yaitu Kesejahteraan Rakyat Indonesia.

“Saya masih yakin Presiden SBY mau mendengar suara civil society, para purnawirawan dan TNI, demi keselamatan serta kemajuan bangsa dan negara ke depan. Saya melihat, Presiden SBY berkeinginan menyatukan energi, pandangan, dan gagasan bangsa ini untuk membangun Indonesia ke depan. Itu harus kita sadari, dan jangan lupa kita menghadapi masalah bersama yang bukan main kompleksnya,” ujarnya.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Suko_Sudarso

Apa komentar Mas Suko Sudarso

Pembawaan yang berwibawa, namun diraut wajahnya ada sedikit penyesalan dan kegundahan. Apa pasalnya? Coba apabila dilontarkan tentang pemimpin sekarang yang konon di motorinya. Jawabannya geleng-geleng kepala.

Pengagum fanatik Bung Karno ini hanya berpesan agar pemimpin nanti sebelum mencalonkan diri, agar lebih transparan, sebaiknya membuat sketsa siapa saja yang akan menjadi pembantu-pembantunya. Terbukti dua kali ikut menjadikan dua Presiden, kok rasanya belum memenuhi harapannya yaitu Kesejahteraan Rakyat.

http://sestrirahardjo.blogspot.com/2008/09/apa-komentar-suko-sudarso.html

Selamat Atas Kemenangan

Selamat Kapolda Sumut

**

hut_ri_68

Apakah ini petaka untuk Bangsa yang besar…???

Mengapa Negeri ini begitu kejam dengan mengotak-ngotakkan derajat dan status sosial sehingga orang yang kurang beruntung/miskin dilarang untuk sakit..sedangkan masyarakat membayar pajak untuk mensejahterakan Negara..apa gunanya Program Jamkesmas bila tidak mampu diterapkan ditengah-tengah masyarakat kita..

Opini GIB :

GIB akan selalu memperjuangkan idealimenya demi kepentingan Masyarakat Indonesia menuju ke arah perubahan dengan semangat Sumpah Pemuda yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Kebijakan Pemerintah harus diimbangi dengan pelayanan yang baik demi terciptanya Program yang Pro Rakyat, kami sebagai akar rumput yang berjiwa Nasionalis tidak akan tinggal diam melihat ketidak adilan di Masyarakat.

***

Rasa Nasionalismeku Terusik

Kasihan Ibu pertiwi tak henti menangisi tingkah laku anak bangsa, seakan tiada lagi yang  dapat mengobati kegundahannya.

Betapa sangat dalam pengorbanan pahlawan bangsa yang telah mengorbankan harta benda, fikiran dan nyawa untuk memerdekakan Indonesia tercinta.

Setiap detik, menit, jam dan hari kita harus berfikir dan berusaha bagaimana cara agar kita tidak durhaka pada Ibu Pertiwi dan pencipta alam semesta.

Elit politik dan seluruh element anak bangsa tidak menyadari kita telah berada diambang perpecahan dan runtuhnya peradaban bangsa yang terkenal dengan keelokan alam dan multi kultur agama dan budaya.

Jangan ada kata terlambat untuk memperbaiki, mari kita bersatu menuju bangsa yang adil dan beradab dengan menjujung tinggi nilai-nilai agama, budaya dan etika agar bangsa yang besar ini terselamatkan dari ketamakan oknum yang selalu menggerogoti rasa nasionalisme kita.

Akhir kata dengan memanjatkan doa, berusaha agar semoga azab dan runtuhnya peradaban dapat terselamatkan tanpa mengorbankan hak-hak warga negara.

NKRI BUKAN MILIK SEGELINTIR MANUSIA

Melihat perkembangan saat ini, NKRI sudah banyak mengalami perubahan besar dalam system Demokrasi dan keterbukaan informasi. Tapi sangat lah disayangkan karena semakin majunya tingkat pola fikir suatu bangsa selalu mengorbankan hak-hak warga negara yang lain.

Dengan mencermati kehidupan ini, kita sebagai warga negara haruslah lebih peka, kita ini makhluk sosial yang sangat-sangat berkaitan satu sama lain, saling bahu membahu untuk mendapatkan satu tujuan yaitu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

“Hidup ini sangatlah singkat, kapan lagi kita dapat menjadi contoh dan dapat berguna untuk sesama anak Bangsa”.

Mari kita kembali ke UUD 1945 yang murni dan Konsekwen

Sebagaimana Prediksi Rakyat Indonesia tahun 2004 s/d tahun 2008, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai salah satu negara ekonomi terkuat di Asia dan tahun 2012 NKRI adalah salah satu negara terkuat di Dunia terbukti benar.

Maka SBY sangat dibutuhkan sebagai seorang Presiden yang memiliki wawasan Negarawan menciptakan IPOLEKSOSBUD HANKAM RI yang sudah tertata dengan baik.

Mari kita kembali ke UUD 1945 yang murni dan Konsekwen.

TEKNOLOGI NKRI

Tetral sendiri merupakan teknologi sistem peluncur, sedangkan basis rudalnya mengambil dari jenis Mistral. Mistral adalah rudal ringan jarak dekat yang sangat populer di pasar dunia, rudal ini dibuat oleh MBDA di Perancis. Keunggulan Tetral yakni sistemnya dapat bekerja otomatis, dikendalikan secara remote dan tergolong low maintenance. Desain Tetral dirancang untuk dipasangkan pada kapal perang dengan konsep stealth.

[Image: indo_korvet_12.jpg?w=300&h=225]
Tetral pada buritan KRI Diponegoro

Meski tergolong rudal ringan jarak pendek, Tetral bisa melahap multi target, termasuk target yang bermanuver cepat, dalam hal ini seperti pesawat tempur dan helikopter, bahkan Tetral bisa melahap target berupa rudal. Dalam rilis yang dikeluarkan MBDA, tingkat success rate Tetral mencapai 93 persen. Untuk menghajar target, rudal ini dilengkapi kendali berupa canard dan sistem sensor pengarah berupa passive IR (infra red) homing. Sensor passive IR akan bekerja 2 detik setelah peluncuran.

[Image: simbad.jpg?w=217&h=300]

Sistem peluncur Simbad yang dioperasikan manual

Dalam pengoperasiannnya, Tetral dikendalikan dari PIT (pusat informasi tempur), berat rudal ini hanya 18.7 Kg, dimana 3 Kg nya merupakan bobot bahan peledak. Sebagai rudal penghancur target jarak pendek, jangkauan Tetral memang hanya sekitar 5.3 Km, tapi soal kecepatan jangan ditanya, rudal ini bisa melesat dengan kecepatan maksimum 2.5 Mach. Sebelumnya TNI-AL juga sudah akrab dengan rudal jenis ini, lewat platform peluncur Simbad, bedanya Simbad merupakan platform peluncur untuk dua rudal Mistral dan dioperasikan secara manual oleh operator. Simbad saat ini dipasang pada fregat TNI-AL kelas Van Speijk.

[Image: sadral_-_6_mistral_missiles.jpg?w=300&h=216]
Siatem peluncur Sadral pada fregat AL Perancis

Selain Simbad dan Tetral, masih ada platform peluncur lain, yakni Sadral. Sadral pada prinsipnya mirip dengan Tetral, dimana sistem rudak diluncurkan secara remote otomatis dari PIT. Bedanya Sadral mengusung enam peluncur rudal Mistral. Baik Simbad, Tetral dan Sadral, ketiganya dapat cepat untuk diisi ulang dan dapat ditebakkan secara salvo.

Spesifikasi Tetral
Berat Sistem Peluncur : 600 Kg (termasuk 4 rudal)
Bearing : 310 derajat
Sudut Elevasi : -16 sampai 75 derajat
Berat rudal : 18.7 Kg
Panjang : 1.86 meter
Diameter : 0.09 meter
Kecepatan maksimum : 2.5 Mach

PESAWAT TEMPUR PERTAMA BUATAN INDONESIA – KFX

 

Siapa bilang Indonesia tidak bisa membuat pesawat tempur? Inilah Pesawat tempur Pertama Buatan Indonesia – KFX yang tidak kalah hebatnya dari F-16 bahkan melebihinya karena memiliki radius serang yang lebih besar persentasenya. Hal yang menjadi perhatian adalah proyek ini ditangani PT. Dirgantara Indonesia yang justru saat ini sedang bermasalah. Diluar hal itu mari kita bahas Pesawat tempur pertama buatan Indonesia ini.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan, Indonesia menjajaki pengembangan pesawat tempur generasi 4,5. “Kalau F-16 itu generasi ke 4, kalau F-35 buatan Amerika itu generasi 5, ini ditengah-tengahnya, Sukhoi itu masih generasi 4,” katanya di sela perhelatan Bandung Air Show.

Proyek pembuatan
Pesawat jet tempur KFX sendiri sebetulnya merupakan proyek lama Republic of Korea Air Force (ROKAF) yang baru bisa terlaksana sekarang. Proyek ini digagas presiden Korea Kim Dae Jung pada bulan Maret 2001 untuk menggantikan pesawat-pesawat yang lebih tua seperti F-4D/E Phantom II dan F-5E/F Tiger. Dibandingkan F-16, KFX diproyeksi untuk memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen, sistim avionic yang lebih baik serta kemampuan anti radar (stealth).
Pemerintah Korea akan menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sejumlah industri dirgantara negara itu di antaranya Korean Aerospace Industry menanggung 20 persennya .pemerintah Indonesia 20 persen dan akan memperoleh 50 pesawat yang mempunyai kemampuan tempur melebih F-16 ini dan 100 pesawat untuk korea. Total biaya pengembangan selama 10 tahun untuk membuat prototype pesawat itu diperkirakan menghabiskan dana 6 miliar US Dollar.Pemerintah Indonesia akan menyiapkan dana US$1,2 miliar.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia-Korsel itu sudah dilakukan pada 15 Juli 2010 yang lalu di Seoul-Korea Selatan.diharapkan pada tahun 2020 Sudah Ada Regenerasi Pesawat Tempur untuk kedua pihak.
Spesifikasi KFX  sebagai berikut :
· Crew: 1
· Thrust: about 52,000lbs (F414 class x 2)
· Max Speed: about Mach 1.8
· Armament:
o M61 Vulcan
o AIM-9X class short-range AAM(AIM-9X class) (indigenous, under development)
o AIM-120 class beyond visual range AAM (not specified yet)
o 500lbs SDB class guided bomb|KGGB (indigenous)
o JCM class guided short range AGM (indigenous, under development)
o SSM-760K Haeseong ASM (indigenous)
o Boramae ALCM (indigenous, under development), or Taurus class ALCM
o supersonic ALCM (based on Yakhont technology) (indigenous, under development)
Mengapa PT DI tidak membuat sendiri?
Membuat pesawat tempur jauh lebih kompleks daripada membuat pesawat penumpang karena ada tambahan sistem dalam sebuah pesawat tempur yaitu sistem kontrol senjata pada sistem avioniknya, disamping sistem mesin pendorong, sistem radar, dan struktur pesawat yang harus dirancang lebih kuat namun tetap lincah bermanuver di udara.
Pesawat tempur KFX ini dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti harus mempunyai 6 kemampuan yaitu :
(1) kemampuan pesawat tempur untuk melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability).
(2) Pesawat tempur harus bisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.
(3) Penggunaan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.
(4) Kemampuan untuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama.
(5) Radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range.
(6) Kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth.
Jadi bisa dibayangkan seandainya PT. Dirgantara Indonesia dilibatkan dalam pembuatan pesawat tempur ini maka akan ada penguasaan teknologi kedirgantaraan baru paling tidak untuk pembuatan 50 pesawat tempur KFX yang akan dibeli Pemerintah Indonesia nantinya dari keikutsertaannya membiayai proyek ini. Penguasaan teknologi baru di bidang pembuatan pesawat tempur generasi 4,5 ini dapat menjadi modal dasar bagi PT. Dirgantara Indonesia untuk membuat pesawat tempur sendiri kelak dikemudian hari.
Jadi untuk teknologi PT DI memang belum mampu untuk membuat secara mandiri. Selain ini butuh modal besar untuk melakukan riset sendiri namun jika besama korea maka teknologi kita akan dapatkan dengan sendirinya dan kelak dapat dikembangkan lagi untuk membuat pesawat tempur ciptaan sendiri.
Penutup:
Artikel ini hanya sekedar sebuah berita. Perihal integritas, klarifikasi pro kontra dan permasalahan dalam internal PT.DI itu sendiri adalah sebuah wacana yang berbeda.

****

BIN: Klub Motor Harus Waspadai Penyusup

Berlatar Belakang Kriminal

Jakarta Kelompok atau klub motor, harus mewaspadai isu kekerasan geng motor. Di internal perkumpulan, perlu ada antisipasi agar jangan sampai disusupi orang yang suka berbuat onar.

“Saya minta masing-masing perkumpulan motor, apa pun dan di mana pun itu, untuk berhati-hati. Jangan sampai disusupi orang-orang yang berlatar belakang kriminal,” kata Kepala BIN Marciano Norman kepada wartawan yang mencegatnya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Menurut Marciano, klub atau kelompok penggemar motor tidak identik dengan geng motor. Sebuah klub motor umumnya dibentuk untuk mewadahi hobi enjoy riding bahkan banyak yang melakukan aksi sosial.

“Tapi sekarang masyarakat resah, jadi kelompok atau klub motor harus konsolidasi. Yakinkan masyarakat bahwa keberadaan mereka tidak untuk mengganggu,” sambung Norman.

Mengingat keanggotaan kelompok motor yang rata-rata terbuka, mantan Danpaspampres menyatakan bisa saja ada anggota TNI yang bergabung. Tidak tertutup kemungkinan pula pelaku kekerasan adalah oknum TNI sebagaimana dugaan selama ini.

“Pelakunya bisa dari mana saja,” tegas Norman.

Lebih lanjut dia mengingatkan, masyarakat punya peran penting dalam menjaga keamanan. Orang tua wajib mengingatkan anak-anaknya yang menjadi anggota kelompok motor untuk berhati-hati.

Lalu bagaimana dengan peran aparat keamanan?

“Sekarang yang sedang dicari, apakah ada jaringan geng motor di satu daerah dengan daerah lain. Nanti pada saatnya akan terungkap,” jawab Norman.

http://news.detik.com/read/2012/04/17/113138/1894202/10/bin-klub-motor-harus-waspadai-penyusup-berlatar-belakang-kriminal

Habibie: Reformasi di Indonesia tidak Kenal Revolusi

KAIRO–MICOM: Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan reformasi politik Indonesia pasca-Orde Baru pada 1998 tidak mengenal revoluasi.

“Reformasi di Indonesia dilakukan bukan dengan revolusi, tetapi evolusi yang dipercepat,” kata Habibie dalam Forum PBB mengenai transisi demokrasi yang berlangsung di Kairo, Minggu (5/6).

Revolusi dalam pandangan Habibie adalah suatu perubahan politik yang tidak dapat diprediksi bagaimana hasil akhirnya, sehingga tidak cocok diterapkan di Indonesia di masa transisi demokrasi.

“Dengan perubahan bertahap yang dipercepat, Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan, dan selaku negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia bisa membangun kehidupan demokrasi,” kata Habibie yang disambut tepuk tangan hadirin.

Habibie dalam forum itu diminta untuk menjelaskan pengalamannya tentang transisi demokrasi saat ia diserahkan kekuasaan oleh Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Mantan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) itu mengetengahkan tentang bagaimana sulitnya, ia selaku presiden transisi, mengelola krisis multi dimensi pasca mundurnya Presiden Soeharto. Kendati demikian, Habibie merasa bangga dengan beberapa capaian yang ia hasilkan selama 18 bulan berkuasa.

Beberapa capaian itu antara lain, Habibie menjamin kebebasan pers sebagai prioritas utama dalam penyampaian informasi berkualitas, dan kebebasan berbicara bagi masyarakat.

Habibie juga memperkenalkan undang-undang anti-monopoli dan belakangan dibangun satu komisi independen untuk menjamin persaingan sehat dalam berbisnis.

Sementara itu, mantan Presiden Cile, Veronica Michelle Bachelet Jeria, pembicara pertama sebelum Habibie, mengutarakan bahwa setiap negara memiliki keunikan dalam mengelola negara dalam masa transisi demokrasi.

Forum dua hari yang diprakarsai Badan PBB untuk Program Pembangunan (UNDP) itu menghadirkan sejumlah pakar dan politisi dari Asia, Amerika Latin, dan Afrika Selatan untuk bertukar pengalaman dalam memberi sumbangan pemikiran bagi pemecahan krisis politik di Mesir dan negara-negara Arab yang dilanda revolusi.

Pembicara utama dari Indonesia, selain Habibie, juga mantan Ketua MPR Amien Rais.

Forum itu dibuka Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf dan Ketua Perwakilan UNDP di Kairo, Hellen Clark. PM Sharaf dalam sambutannya menyampaikan penghargaannya kepada UNDP dan para pembicara di forum tersebut.

“Forum ini sudah pasti akan memberikan sumbangan pemikiran berharga bagi Mesir untuk memecahkan persoalan di masa transisi politik pasca mundurnya Presiden Hosni Mubarak pada 11 Februari 2011,” kata Sharaf, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh reformasi Mesir.

http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2011/06/06/231622/284/1/Habibie_Reformasi_di_Indonesia_tidak_Kenal_Revolusi

Bumi Resources Garap Timah Hitam di Dairi
  • Ini menyusul disetujuinya Perpres penggunaan kawasan hutan lindung untuk penambangan.
VIVAnews- PT Bumi Resources Minerals Tbk mengumumkan segera memulai produksi bijih seng dan timah hitam di kawasan hutan lindung register 66 Batu Ardan, di Dusun Sopokomil, Desa Longkotan, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Langkah ini menyusul disetujuinya Peraturan Presiden tentang penggunaan kawasan hutan lindung untuk penambangan bawah tanah pada 19 Mei lalu.Dalam keterangan tertulis, Senin 23 Mei 2011, Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk, Kenneth Farrell, mengatakan bahwa ini merupakan kabar baik yang sudah ditunggu-tunggu perusahaan. “Tim kami sedang menyampaikan permohonan Izin Pinjam Pakai penggunaan kawasan hutan lindung di area konsesi Dairi,” katanya.Tambang ini nantinya dioperasikan PT Dairi Prima Minerals yang 80 persen sahamnya dikuasai Bumi Resources Minerals. Sisa saham perusahaan ini dimiliki PT Aneka Tambang Tbk.Farrell manambahkan, Peraturan Presiden yang mendukung penggunaan kawasan hutan lindung ini, merupakan kemajuan yang sangat berarti bagi industri tambang di Indonesia. Hal ini dapat membantu para pemilik konsesi memproduksikan dalam waktu dekat.”Ini juga berarti tambahan nilai dalam bentuk royalti untuk negara,” katanya.Selain itu, Farrel juga mengaku optimistis izin Pinjam Pakai penambangan bawah tanah Dairi segera disetujui. Ini akan berdampak positif terhadap Dairi.Penambangan ini diharapkan bisa mulai produksi pada awal 2013. “Dengan catatan izin tersebut telah disetujui dan kondisi-kondisi lainnya sudah terpenuhi.”

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.