" GIB harus menjadi yang terbaik dalam memantau kinerja dan menjadi mitra Pemerintah"

***

Rasa Nasionalismeku Terusik

Kasihan Ibu pertiwi tak henti menangisi tingkah laku anak bangsa, seakan tiada lagi yang  dapat mengobati kegundahannya.

Betapa sangat dalam pengorbanan pahlawan bangsa yang telah mengorbankan harta benda, fikiran dan nyawa untuk memerdekakan Indonesia tercinta.

Setiap detik, menit, jam dan hari kita harus berfikir dan berusaha bagaimana cara agar kita tidak durhaka pada Ibu Pertiwi dan pencipta alam semesta.

Elit politik dan seluruh element anak bangsa tidak menyadari kita telah berada diambang perpecahan dan runtuhnya peradaban bangsa yang terkenal dengan keelokan alam dan multi kultur agama dan budaya.

Jangan ada kata terlambat untuk memperbaiki, mari kita bersatu menuju bangsa yang adil dan beradab dengan menjujung tinggi nilai-nilai agama, budaya dan etika agar bangsa yang besar ini terselamatkan dari ketamakan oknum yang selalu menggerogoti rasa nasionalisme kita.

Akhir kata dengan memanjatkan doa, berusaha agar semoga azab dan runtuhnya peradaban dapat terselamatkan tanpa mengorbankan hak-hak warga negara.

NKRI BUKAN MILIK SEGELINTIR MANUSIA

Melihat perkembangan saat ini, NKRI sudah banyak mengalami perubahan besar dalam system Demokrasi dan keterbukaan informasi. Tapi sangat lah disayangkan karena semakin majunya tingkat pola fikir suatu bangsa selalu mengorbankan hak-hak warga negara yang lain.

Dengan mencermati kehidupan ini, kita sebagai warga negara haruslah lebih peka, kita ini makhluk sosial yang sangat-sangat berkaitan satu sama lain, saling bahu membahu untuk mendapatkan satu tujuan yaitu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

“Hidup ini sangatlah singkat, kapan lagi kita dapat menjadi contoh dan dapat berguna untuk sesama anak Bangsa”.

Mari kita kembali ke UUD 1945 yang murni dan Konsekwen

Sebagaimana Prediksi Rakyat Indonesia tahun 2004 s/d tahun 2008, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai salah satu negara ekonomi terkuat di Asia dan tahun 2012 NKRI adalah salah satu negara terkuat di Dunia terbukti benar.

Maka SBY sangat dibutuhkan sebagai seorang Presiden yang memiliki wawasan Negarawan menciptakan IPOLEKSOSBUD HANKAM RI yang sudah tertata dengan baik.

Mari kita kembali ke UUD 1945 yang murni dan Konsekwen.

TEKNOLOGI NKRI

Akhirnya, Kapal Perusak Kawal Rudal Perkuat Militer Indonesia

Kekuatan militer Indonesia sedikit demi sedikit terus bertambah dengan mulai berdatangannya berbagai alutsista alutsista baru. Alutsista terbaru yang menambah kekuatan militer Indonesia adalah kapal perusak Kawal Rudal (PKR) KRI RE Martadinata 331. Kapal perang terbaru Indonesia ini diresmikan pada tanggal 23 Januari 2017, di PT PAL, Surabaya.

Kapal perang modern ini diserahterimakan dari pejabat PT PAL Indonesia dan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda kepada pemerintah militer Indonesia yang diwakili oleh Kabaranahan Kemhan Laksda TNI Ir. Leonardi. Kapal Perang ini selanjutnya diserahterimakan dari Kabaranahan kepada TNI AL yang diwakili oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksda TNI Mulyadi. Penyerahan kapal perang pesanan Indonesia ini dikabarkan tepat waktu.

Kapal perang terbaru ini nantinya akan menjadi kapal perang tercanggih yang sudah ada di inventory alutsista TNI AL. Hal ini mengingat design dan technology yang diterapkan didalam kapal perang ini relative lebih baik dari kapal kapal perang lama yang telah memprkuat TNI AL sebelumnya. Kapal perang PKR KRI RE Martadinata 331 ini sendiri sudah menjalani serangkaian test sepanjang 2016 yang lalu sebelum diserahkan kepada militer Indonesia.

Pesawat tempur Su-35S Rusia dengan nomor 03 dan 04 di SuriahKapal Perang Indonesia PKR KRI RE Martadinata 331. Source : Damen

Seperti namanya, kelas kapal perang ini akan menjadi andalan militer Indonesia khususnya TNI AL dalam menghadapi ancaman musuh yang mengganggu wilayah Indonesia. Tidak hanya mampu menghancurkan sasaran di lautan, kapal perang KRI RE Martadinata 331 ini nantinya juga akan memiliki kapasitas untuk menghajar target musuh di udara. Hal ini karena kapal perang ini direncanakan akan diperlengkapi rudal pertahanan udara. Namun belum ada kepastian rudal pertahanan udara yang akan dipakai dan kapan akan diinstal.

Kapal perang PKR KRI RE Martadinata 331 ini sendiri merupakan kapal perang buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda yang bekerjasama dengan PT PAL Indonesia. DSNS Belanda sebagai pemenang tender pengadaan kapal perang Indonesia, diwajibkan untuk memberikan transfer of technology (ToT) kepada PT PAL Indonesia.

Kapal perang ini bersifat modular, dimana proses pembangunan kapal perang ini dibuat dalam beberapa modul terpisah sebelum disatukan menjadi satu. Menurut beberapa sumber, PKR ini terdiri dari beberapa module, dimana sebagian dikerjakan di Belanda dan sebagian lagi di kerjakan di PT PAL Indonesia. Dan proses perakitan akhir dikerjakan di PT PAL Indonesia. Dapat dikatakan bahwa proses transfer technology dari DSNS Belanda kepada PT PAL Indonesia, cukup berhasil yang ditandainya suksesnya pembangunan kapal perang PKR KRI RE Martadinata 331 ini.

Militer Indonesia sendiri sudah memesan paling tidak 2 unit kapal perang perusak kawal rudal (PKR) ini. Selain KRI RE Martadinata 331 yang telah diserahterimakan ini, alutsista TNI juga akan ditambah dengan satu unit PKR sejenis dalam beberapa waktu kedepan. Kabarnya PKR kedua (sering disebut PKR-2) juga sudah selesai dibangun dan sedang menjalani serangkaian uji coba sebelum diserahkan ke militer Indonesia. PKR-2 yang nantinya akan diberi nama KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dijadwalkan akan menambah alutsista TNI pada Oktober 2017 mendatang.

Namun sepertinya militer Indonesia akan terus menambah jumlah kapal perang dari kelas ini, karena kebutuhan yang cukup besar dimasa mendatang. Khususnya untuk menggantikan kapal kapal perang Indonesia yang relative banyak yang sudah tua.

Kapal perang PKR ini sendiri adalah kapal perang varian SIGMA 10514 yang berbobot 2.400 ton, dengan panjang 105 meter, dan lebar 14 meter. Secara design, kapal perang ini dirancang untuk memiliki hangar helicopter dan mampu melaju dengan kecepatan hingga 28 knots. Kapal perang ini membawa awak hingga 120 orang. Alutsista Indonesia sendiri sebelumnya sudah diperkuat dengan 4 unit kapal perang SIGMA dari kelas yang berbeda yaitu SIGMA 9311 yaitu kapal perang corvet yang ukurannya lebih kecil dari PKR SIGMA 10514 ini.

Sumber : Akhirnya, Kapal Perusak Kawal Rudal Perkuat Militer Indonesia

Tetral sendiri merupakan teknologi sistem peluncur, sedangkan basis rudalnya mengambil dari jenis Mistral. Mistral adalah rudal ringan jarak dekat yang sangat populer di pasar dunia, rudal ini dibuat oleh MBDA di Perancis. Keunggulan Tetral yakni sistemnya dapat bekerja otomatis, dikendalikan secara remote dan tergolong low maintenance. Desain Tetral dirancang untuk dipasangkan pada kapal perang dengan konsep stealth.

[Image: indo_korvet_12.jpg?w=300&h=225]
Tetral pada buritan KRI Diponegoro

Meski tergolong rudal ringan jarak pendek, Tetral bisa melahap multi target, termasuk target yang bermanuver cepat, dalam hal ini seperti pesawat tempur dan helikopter, bahkan Tetral bisa melahap target berupa rudal. Dalam rilis yang dikeluarkan MBDA, tingkat success rate Tetral mencapai 93 persen. Untuk menghajar target, rudal ini dilengkapi kendali berupa canard dan sistem sensor pengarah berupa passive IR (infra red) homing. Sensor passive IR akan bekerja 2 detik setelah peluncuran.

[Image: simbad.jpg?w=217&h=300]

Sistem peluncur Simbad yang dioperasikan manual

Dalam pengoperasiannnya, Tetral dikendalikan dari PIT (pusat informasi tempur), berat rudal ini hanya 18.7 Kg, dimana 3 Kg nya merupakan bobot bahan peledak. Sebagai rudal penghancur target jarak pendek, jangkauan Tetral memang hanya sekitar 5.3 Km, tapi soal kecepatan jangan ditanya, rudal ini bisa melesat dengan kecepatan maksimum 2.5 Mach. Sebelumnya TNI-AL juga sudah akrab dengan rudal jenis ini, lewat platform peluncur Simbad, bedanya Simbad merupakan platform peluncur untuk dua rudal Mistral dan dioperasikan secara manual oleh operator. Simbad saat ini dipasang pada fregat TNI-AL kelas Van Speijk.

[Image: sadral_-_6_mistral_missiles.jpg?w=300&h=216]
Siatem peluncur Sadral pada fregat AL Perancis

Selain Simbad dan Tetral, masih ada platform peluncur lain, yakni Sadral. Sadral pada prinsipnya mirip dengan Tetral, dimana sistem rudak diluncurkan secara remote otomatis dari PIT. Bedanya Sadral mengusung enam peluncur rudal Mistral. Baik Simbad, Tetral dan Sadral, ketiganya dapat cepat untuk diisi ulang dan dapat ditebakkan secara salvo.

Spesifikasi Tetral
Berat Sistem Peluncur : 600 Kg (termasuk 4 rudal)
Bearing : 310 derajat
Sudut Elevasi : -16 sampai 75 derajat
Berat rudal : 18.7 Kg
Panjang : 1.86 meter
Diameter : 0.09 meter
Kecepatan maksimum : 2.5 Mach

PESAWAT TEMPUR PERTAMA BUATAN INDONESIA – KFX

 

Siapa bilang Indonesia tidak bisa membuat pesawat tempur? Inilah Pesawat tempur Pertama Buatan Indonesia – KFX yang tidak kalah hebatnya dari F-16 bahkan melebihinya karena memiliki radius serang yang lebih besar persentasenya. Hal yang menjadi perhatian adalah proyek ini ditangani PT. Dirgantara Indonesia yang justru saat ini sedang bermasalah. Diluar hal itu mari kita bahas Pesawat tempur pertama buatan Indonesia ini.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan, Indonesia menjajaki pengembangan pesawat tempur generasi 4,5. “Kalau F-16 itu generasi ke 4, kalau F-35 buatan Amerika itu generasi 5, ini ditengah-tengahnya, Sukhoi itu masih generasi 4,” katanya di sela perhelatan Bandung Air Show.

Proyek pembuatan
Pesawat jet tempur KFX sendiri sebetulnya merupakan proyek lama Republic of Korea Air Force (ROKAF) yang baru bisa terlaksana sekarang. Proyek ini digagas presiden Korea Kim Dae Jung pada bulan Maret 2001 untuk menggantikan pesawat-pesawat yang lebih tua seperti F-4D/E Phantom II dan F-5E/F Tiger. Dibandingkan F-16, KFX diproyeksi untuk memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen, sistim avionic yang lebih baik serta kemampuan anti radar (stealth).
Pemerintah Korea akan menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sejumlah industri dirgantara negara itu di antaranya Korean Aerospace Industry menanggung 20 persennya .pemerintah Indonesia 20 persen dan akan memperoleh 50 pesawat yang mempunyai kemampuan tempur melebih F-16 ini dan 100 pesawat untuk korea. Total biaya pengembangan selama 10 tahun untuk membuat prototype pesawat itu diperkirakan menghabiskan dana 6 miliar US Dollar.Pemerintah Indonesia akan menyiapkan dana US$1,2 miliar.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia-Korsel itu sudah dilakukan pada 15 Juli 2010 yang lalu di Seoul-Korea Selatan.diharapkan pada tahun 2020 Sudah Ada Regenerasi Pesawat Tempur untuk kedua pihak.
Spesifikasi KFX  sebagai berikut :
· Crew: 1
· Thrust: about 52,000lbs (F414 class x 2)
· Max Speed: about Mach 1.8
· Armament:
o M61 Vulcan
o AIM-9X class short-range AAM(AIM-9X class) (indigenous, under development)
o AIM-120 class beyond visual range AAM (not specified yet)
o 500lbs SDB class guided bomb|KGGB (indigenous)
o JCM class guided short range AGM (indigenous, under development)
o SSM-760K Haeseong ASM (indigenous)
o Boramae ALCM (indigenous, under development), or Taurus class ALCM
o supersonic ALCM (based on Yakhont technology) (indigenous, under development)
Mengapa PT DI tidak membuat sendiri?
Membuat pesawat tempur jauh lebih kompleks daripada membuat pesawat penumpang karena ada tambahan sistem dalam sebuah pesawat tempur yaitu sistem kontrol senjata pada sistem avioniknya, disamping sistem mesin pendorong, sistem radar, dan struktur pesawat yang harus dirancang lebih kuat namun tetap lincah bermanuver di udara.
Pesawat tempur KFX ini dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti harus mempunyai 6 kemampuan yaitu :
(1) kemampuan pesawat tempur untuk melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability).
(2) Pesawat tempur harus bisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.
(3) Penggunaan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.
(4) Kemampuan untuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama.
(5) Radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range.
(6) Kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth.
Jadi bisa dibayangkan seandainya PT. Dirgantara Indonesia dilibatkan dalam pembuatan pesawat tempur ini maka akan ada penguasaan teknologi kedirgantaraan baru paling tidak untuk pembuatan 50 pesawat tempur KFX yang akan dibeli Pemerintah Indonesia nantinya dari keikutsertaannya membiayai proyek ini. Penguasaan teknologi baru di bidang pembuatan pesawat tempur generasi 4,5 ini dapat menjadi modal dasar bagi PT. Dirgantara Indonesia untuk membuat pesawat tempur sendiri kelak dikemudian hari.
Jadi untuk teknologi PT DI memang belum mampu untuk membuat secara mandiri. Selain ini butuh modal besar untuk melakukan riset sendiri namun jika besama korea maka teknologi kita akan dapatkan dengan sendirinya dan kelak dapat dikembangkan lagi untuk membuat pesawat tempur ciptaan sendiri.
Penutup:
Artikel ini hanya sekedar sebuah berita. Perihal integritas, klarifikasi pro kontra dan permasalahan dalam internal PT.DI itu sendiri adalah sebuah wacana yang berbeda.
Iklan

Komentar ditutup.