" GIB harus menjadi yang terbaik dalam memantau kinerja dan menjadi mitra Pemerintah"

****

PLTP Sarulla Akan Menjadi Pembangkit listrik Panas Bumi Terbesar Di Dunia

Screenshot_2016-09-23-00-24-06_1_1_1.jpg

Pemerintah menyatakan proyek pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Sarulla akan menjadi pembangkit listrik panas bumi terbesar di dunia. Hal itu dikatakan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kardaya Warnika di Jakarta,.”Jika dikembangkan Sarulla akan menjadi pembangkit listrik terbesar,”ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, dengan adanya PLTP Sarulla dapat memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) sehingga tidak terjadi byar pet lagi. Menurut Kardaya, saat ini pihaknya tengah berupaya menyelesaikan kisruh Sarulla dengan melihat dari berbagai aspek diantaranya hukum, pendanaan dan sebagainya.”Alasan lain Sarulla perlu dikembangkan karena ini energi terbarukan, tidak menimbulkan dampak negatif, disamping itu harga jual listrik ke PLN relatif murah, katakanlah jika di pasaran sekarang harga jual US$9 sen per kwh, Sarulla Cuma US$6 sen,”paparnya.
Proyek PLTP Sarulla bermula dari ditetapkannya daerah panas bumi Sarulla-Sibual Buali-Namora langit ditetapkan menjadi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Sibual Buali dengan luas WKP 437.458 Hektare (Ha) melalui SK Menteri Pertambangan dan Energi No.1521.K/034/M.PE/1990. Kemudian pada 27 Februari 1993 penandatanganan Energy Sales Contract (ESC) oleh PLN (persero), Pertamina dan Unocal North Sumatera Geothermal (UNSG) serta Joint Operation Contract (JOC) oleh Pertamina dan UNSG.
Kemudian 20 September 1997 dimulai pembangunan proyek PLTP Sarulla ditangguhkan melalui Keppres No.39/ 1997, namun pada 7 Agustus 2003 proyek ini sebesar US$60 juta dari UNSG kepada PT PLN dengan persetujuan Tim Perpres No.133/2000 melalui surat No.S-308/M.EKON/08/2003.
15 Januari 2004 persetujuan MESDM melalui surat No.0256/34/MEM.S/2004 tentang pengalihan proyek Sarulla kepada PLN. Juli 2005, PT Geodipa Energi ditetapkan sebagai pemenang tender proyek PLTP Sarulla yang akan menggantikan PT PLN dalam melanjutkan proyek Sarulla dengan harga jual listrik sebesar 4,55 sen USD/kwh.
12 Mei 2006, PLN menunjuk pemenang urutan kedua pada saat tender yaitu konsorsium Medco, Ormat, Itochu dan Kyushu dengan harga dasar listrik (base electricity price) sebesar 4,64 sen USD/kwh, untuk menggantikan PT Geodipa Energi yang penawarannya dinyatakan batal karena tidak memperpanjang Bid Security.
14 Desember 2007 telah ditandatangani Amendement Agreement to Sarulla JOC antara pihak PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Medco Geopower Sarulla. Orsarulla Inc, Sarulla Power Asset Ltd dan Sarulla Operation Ltd serta Amendement Agreement to Sarulla ESC antara pihak PLN, PGE dan Medco Geopower Sarulla.
Sejak 2016 ini PLTP Sarulla dipercayakan pengoperasiannya dalam hal perawatan kepada Sarulla Operation Ltd dan mudah-mudahan kedepannya PLTP ini dapat mensupply kebutuhan akan energi listrik untuk Sumatera.
Sumber : http://www.intipos.com/berita-pltp-sarulla-akan-menjadi-pembangkit-listrik-panas-bumi-terbesar-di-dunia.html

Habibie: Reformasi di Indonesia tidak Kenal Revolusi

KAIRO–MICOM: Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan reformasi politik Indonesia pasca-Orde Baru pada 1998 tidak mengenal revoluasi.

“Reformasi di Indonesia dilakukan bukan dengan revolusi, tetapi evolusi yang dipercepat,” kata Habibie dalam Forum PBB mengenai transisi demokrasi yang berlangsung di Kairo, Minggu (5/6).

Revolusi dalam pandangan Habibie adalah suatu perubahan politik yang tidak dapat diprediksi bagaimana hasil akhirnya, sehinggak cocok diterapkan di Indonesia di masa transisi demokrasi.

“Dengan perubahan bertahap yang dipercepat, Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan, dan selaku negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia bisa membangun kehidupan demokrasi,” kata Habibie yang disambut tepuk tangan hadirin.

Habibie dalam forum itu diminta untuk menjelaskan pengalamannya tentang transisi demokrasi saat ia diserahkan kekuasaan oleh Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Mantan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) itu mengetengahkan tentang bagaimana sulitnya, ia selaku presiden transisi, mengelola krisis multi dimensi pasca mundurnya Presiden Soeharto. Kendati demikian, Habibie merasa bangga dengan beberapa capaian yang ia hasilkan selama 18 bulan berkuasa.

Beberapa capaian itu antara lain, Habibie menjamin kebebasan pers sebagai prioritas utama dalam penyampaian informasi berkualitas, dan kebebasan berbicara bagi masyarakat.

Habibie juga memperkenalkan undang-undang anti-monopoli dan belakangan dibangun satu komisi independen untuk menjamin persaingan sehat dalam berbisnis.

Sementara itu, mantan Presiden Cile, Veronica Michelle Bachelet Jeria, pembicara pertama sebelum Habibie, mengutarakan bahwa setiap negara memiliki keunikan dalam mengelola negara dalam masa transisi demokrasi.

Forum dua hari yang diprakarsai Badan PBB untuk Program Pembangunan (UNDP) itu menghadirkan sejumlah pakar dan politisi dari Asia, Amerika Latin, dan Afrika Selatan untuk bertukar pengalaman dalam memberi sumbangan pemikiran bagi pemecahan krisis politik di Mesir dan negara-negara Arab yang dilanda revolusi.

Pembicara utama dari Indonesia, selain Habibie, juga mantan Ketua MPR Amien Rais.

Forum itu dibuka Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf dan Ketua Perwakilan UNDP di Kairo, Hellen Clark. PM Sharaf dalam sambutannya menyampaikan penghargaannya kepada UNDP dan para pembicara di forum tersebut.

“Forum ini sudah pasti akan memberikan sumbangan pemikiran berharga bagi Mesir untuk memecahkan persoalan di masa transisi politik pasca mundurnya Presiden Hosni Mubarak pada 11 Februari 2011,” kata Sharaf, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh reformasi Mesir.

http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2011/06/06/231622/284/1/Habibie_Reformasi_di_Indonesia_tidak_Kenal_Revolusi

Bumi Resources Garap Timah Hitam di Dairi
  • Ini menyusul disetujuinya Perpres penggunaan kawasan hutan lindung untuk penambangan.
VIVAnews– PT Bumi Resources Minerals Tbk mengumumkan segera memulai produksi bijih seng dan timah hitam di kawasan hutan lindung register 66 Batu Ardan, di Dusun Sopokomil, Desa Longkotan, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Langkah ini menyusul disetujuinya Peraturan Presiden tentang penggunaan kawasan hutan lindung untuk penambangan bawah tanah pada 19 Mei lalu.Dalam keterangan tertulis, Senin 23 Mei 2011, Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk, Kenneth Farrell, mengatakan bahwa ini merupakan kabar baik yang sudah ditunggu-tunggu perusahaan. “Tim kami sedang menyampaikan permohonan Izin Pinjam Pakai penggunaan kawasan hutan lindung di area konsesi Dairi,” katanya.Tambang ini nantinya dioperasikan PT Dairi Prima Minerals yang 80 persen sahamnya dikuasai Bumi Resources Minerals. Sisa saham perusahaan ini dimiliki PT Aneka Tambang Tbk.Farrell manambahkan, Peraturan Presiden yang mendukung penggunaan kawasan hutan lindung ini, merupakan kemajuan yang sangat berarti bagi industri tambang di Indonesia. Hal ini dapat membantu para pemilik konsesi memproduksikan dalam waktu dekat.”Ini juga berarti tambahan nilai dalam bentuk royalti untuk negara,” katanya.Selain itu, Farrel juga mengaku optimistis izin Pinjam Pakai penambangan bawah tanah Dairi segera disetujui. Ini akan berdampak positif terhadap Dairi.Penambangan ini diharapkan bisa mulai produksi pada awal 2013. “Dengan catatan izin tersebut telah disetujui dan kondisi-kondisi lainnya sudah terpenuhi.”

Iklan

One response

  1. MOHON DOA DARI SEMUA TEMAN TEMANKU DI gerakan indonesia bersatu INI DAN PENGEMAR TULISAN TULISANKU .buat IBUKU yang MAU BERANGKAT HAJI TANGGAL 23 AGUSTUS 2016,DAN SEMOGA DIA SELAMAT SAMPAI TUJUAN DAN BISA BERGUNA BAGI AGAMA BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA INI….

    WASSALAM…

    ANDI KUSNANDIAR…

    10 Agustus 2016 pukul 18:44

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s